aku terbangun dari tidurku yang singkat . . .
aku sek gak percoyo :'(
hari ini, sebenarnya tepat 11minggu aku beramanya. Tapi, Tuhan berkehendak lain.
29 Maret 2011, kami berpisah :)
tanggal itu 29 . tanggal aku dulu juga putus dengan mantanku, ya dia 29 Juli 2010 :')
singkat saja, memang aku yang salah. aku terlalu egois. aku terlalu bodoh, sikapku masih terlalu kekanak-kanakan untuk menyadari ini semua.
jujur, 3bulan aku menanti dia, memendam rasa ke dia. hingga akhirnya aku memilikimu. yopo te gak seneng aku. sayangku gak sia-sia. 12 Januari 2011, tanggal iku gak bakal tak lalikno .
hari demi hari aku tambah sayang nanag awakmu, hingga akhire awakdewe tuker*an password fb. akhire, de'e njauk sepuro gara-gara aku wes ngenteni suwe areke, satu kata sing tak inget sampek saiki CINTA KAMU SANGAT ! :*
iku sing nggarai aku yakin, lak awakmu seneng temenan nang aku.
ya , hari-hari pertama sangatlah enak sekali untuk dibuat bermesraan .
nangendi iku kabeh ?! TeTe
-- konflik demi konflik muncul --
iki sifatku sing paling gak tak senengi , cemburuan -..-
aku mesti ngene .
paling kamu gak betah gara-gara iki.
pikiranmu paling aku negthink terus. iki sing nggarai awakmu ngaleh tekan awakku.
aku sadar, aku ngene iki soale aku wedi kilangan awakmu !
gak tau aku pikiran ngono , aku percoyo nang awakmu !
langsung ae pada akhir cerita, otakku sedang dilanda stress :p
jujur, aku sayang pollllllllllllllll nang awakmu :'(
tapi Allah berkata lain, ini jalanmu dan ini jalanku.
"ini hidup, hidup itu pilihan. gak semua yang kita ingini bisa menjadi kenyataan. Allah yang udah ngerencanain sebelumnya. pasti Allah punya rahasia dibalik semua ini. Emang, awalnya berat kehilangan orang yang kita sayang. Ini yang saat ini kurasakan. tapi perlahan, aku pasti bisa lupain.
sekarang gak bisa, aku maklum. tapi cepet atau lambat aku pasti bisa, mau gak mau aku harus melupakan hubungan ini. jangan terlalu larut dalam kesedihan. banyak orang yang pingin liat senyumku :)"
#AKU BAHAGIA JIKA KAMU BAHAGIA :)
MUNAFIK TI ASTI , NGERTI.O TALAH !!!
iyooooooo , aku ancen munafik !
jika suatu saat , kau menoleh ke belakang, masih ada aku yang setia menunggumu :')
tapi, masku ngomong "JANGAN MENOLEH KEBELAKANG, KARNA LUKA LAMA AKAN TERBUKA"
lha aku sayang'e nang awakmu.
aku angel jatuh cinta :'(
iki kelemahanku .
aku gak seneng bales dendam , ngelabrak dan sebagainya.
tak pendem dewe ae po'o .
tibalah waktunya, dipenghujung rinduku
perpisahan adalah KENYATAAN
katakan padaku, walau dengan airmata yang jatuh membahasi bumi .
harus disiniliah, kita berpisah, lmbaikan tanganmu :)
pejamkan matamu dipengahabisan seluruh cintaku, harus sampai disini :)
terbenam sang fajar , bukan berarti juga seluruh cintaku kan pudar untukmu .
saiki, aku mak dikancani boneka darimu, dihari ulang tahunku kemarin.
cuma iku tok sing isok isok ngibur aku.
Allah, ini jalan terbaik ya bagiku.
aku gak pantes yo bahagia.
disatu sis kemarini, aku bahagia , disatu sisi aku menangis saat ini yaallah :'(
ini keputusan yang tepat, HIDUPMU HIDUPKU :)
REST IN PEACE :: 12 JANUARI 2011 - 29 MARET 2011 :')
Kamis, 31 Maret 2011
Aku dan Mas Dino :')
AKU DAN MAS DINO :)
true.story by : swastikusumaningtyas
“Mas Dino, walau kau telah meninggalkanku, meski aku telah mencintai orang lain, namamu masih akan terkenang dihatiku, selamanya”
Kututup diary kesayanganku, sebagai teman curhat dialah yang paling mengerti isi hatiku. Aku melangkah gontai menyusuri seisi rumah dan menuju ke kamar mandi. Kuletakkan tanganku di wastafel, kubasuh mukaku yang tergenangi air mata. Aku teringat suatu cerita saat aku duduk di bangku menengah pertama.
Ya, Mas Dino, sapaan lembut yang selalu aku panggil ke dia. Murid teladan dari Kota Surabaya itu dan telah setahun tinggal di kota Malang tercinta ini. Dia bersekolah di SMA Negeri favorit di kotaku itu telah berhasil mengambil hatiku.
Awal mula cerita, aku mengenal dia lewat friendster (saat itu facebook belum terlalu gencar, belum ada malah). Aku melihat dari fotonya dan melihat biodatanya. Dari situlah, kami saling menukar nomer HP dan ber-SMS ria. Hingga akhirnya, aku bertemu dia untuk pertama kalinya. Disalah satu Mall yang terkemuka di Malang.
Setelah pertemuan itulah, Mas Dino semakin gencar mencari info tentangku, lewat kakak sepupuku yang ternyata teman di sekolahnya saat ini. Aku juga mendapat info dari kakak sepupuku itu yang bernama Mbak Hania. Bahkan, aku hafal nama lengkap dia, kelas, nomer absen, bahkan rumahnya pun aku jadi tau berkat Mbak Hania.
Sebulan kemudian … Tepatnya di bulan Oktober 2008 tanggal 08, Mas Dino mengungkapkan isi hatinya kepadaku. Yaallah, selama ini DIA yang aku impikan telah menjadi kekasihku, aku sadar, aku telah melanggar peraturan dari orang tuaku bahwa tak akan pacaran dulu, namun sekarang yang terjadi aku berstatus “pacaran” dengan Mas Dino.
Hari demi hari, hubungan kami terasa baik-baik saja, bahkan aku merasa nyaman kalau dekat dengannya. Aku merasa bahagia, Tuhan memberiku seorang kekasih yang baik.
Dengan sikap dewasanya, aku klepek-klepek. Disetiap aku ngambek, dia selalu ngertiin aku, yah, aku sadar kalo emosiku masih labil diumur 14 taun saat itu. Mas Dino sangatlah baik, setiap aku ngambek dia selalu memberiku sebatang coklat dan mengucapkan kata maaf yang selalu kuingat “sampek kapan mau gin terus, aku sayang kamu. aku manusia tak sempurna sayang, aku tau kok salahku, masak sih aku harus tengkar sama pacarku sendiri, ayolah maafin aku sayang, ailovyu, aku sayang kamu, MAAF, MAAF, DAN MAAF.” Ya kalimat itu yang selalu membuatku bersikap dewasa. Sampai suatu saat aku yakin, kalau dia yang terbaik buatku.
Sebulan jadian, aku diajak main kerumah Mas Dino. Disana aku dikenalkan oleh mama, kakak dan adiknya. Ayahnya telah lama meninggal, Mas Dino bisa disebut sebagai kepala keluarga. Mamanya sepertinya menyukaiku, aku disayang seperti anaknya sendiri, bahkan ingin sekali main kerumahku, namun aku menolak karena alasan yang gaboleh pacaran itu. Alhamdulillah, mama Mas Dino bisa ngerti.
Dua setengah bulan jadian, Mas Dino sering mengeluh kepalanya sakit, dan sering sekali tidak masuk sekolah. Saat kutanya sakit apa, mas Dino selalu diam dan senyum lalu mencubit pipiku dan mengalihkan pertanyaan. Mas Dino juga jarang menjemputku lagi disekolah. Aku bertanya-tanya dalam hati, hingga akhirnya aku bertanya ke Mbak Hania, dia bilang sih kalo Dino emang sakit. Sudah 4 hari nggak masuk sekolah. Aku semakin khawatir.
Aku mencoba menghubungi, namun tak ada jawaban. Seminggu setelah itu Mas Dino menghubungiku kembali, tapi aku bukannya senang, malah marah-marah gak karuan. Soalnya, aku kecewa, dia sakit malah gadikasih tau. Lha aku ini siapanya dia sih sebenere ?
Seminggu aku lost contact sama dia. Terhitung 987 SMS dari dia gak pernah aku bales, gak tau kenapa, aku kecewa banget. Sampek mamanya Mas Dino telfon, aku disuruh kerumah, tapi aku gamau, aku gak mau ketemu sama Mas Dino.
Aku ngerasa kangen sama Mas Dino, dia SMS mungkin terhitung lebih dari seribu smsnya, aku baru bales untuk pertama kalinya. #egois banget aku ini.
Di SMS dia terdapat kata-kata ingin mengajakku keluar rumah, yah, aku turutin aja deh. Toh, aku sendiri ya kangen sama dia.
Di jalan itu, dia batuk nggak berhenti-henti, aku bingung, aku tanyain dia gapapa. Waktu makan, aku lihat wajahnya pucet banget. Aku minta pulang aja, dijalan dia tetep ae batuk. Aku diajak mampir kerumahnya, disana aku denger mamanya marah-marah, aku beneran gaenak banget. Mamanya sempet Tanya Mas Dino ngebut apa nggak ? aku jawabnya agak ngebut tante. Disitulah, mama Mas Dino marah besar, aku aja sampek dianter kakaknya pulang, Mbak Dhian nggak cerita Mas Dino sakit apa waktu aku tanyak, dia malah senyum.
Kondisi masih bertengkar dengan mas Dino, aku masih marah soalnya mas Dino udah tiga hari nggak SMS, aku SMS juga nggak dibales. Cuma satu kata dia bilang “Maaf” itu aja diforward 8x, tapi aku gamau bales. Aku ambil dompet, fotoku sama Mas Dino aku robek, kalo gini terus caranya, aku minta putus aja.
9 hari setelah itu, Mama Mas Dino bilang ke aku, kalo mas Dino lagi sakit masuk rumah sakit.
Yaallah, aku egois, aku jahat, pacarku sakit aku malah ngemusuhin dia. Aku pengen banget minta maaf sama dia. Aku pengen ngejengukin dia, tapi sama mamanya gaboleh, kenapa ya ?
Hari Sabtu, 4 Januari 2009 L
Mama Mas Dino memohon aku untuk kerumah, aku berfikir ada apa yah kira-kira ?
Pulang sekolah aku kerumah Mas Dino, banyak sekali orang berkerumunan. Aku disambut adeknya yang bernama Dissa, aku diajak masuk, mamanya meluk aku sampai nangis, aku bingung, mana Mas Dino ?
Tante Rina mengajakku keruang tengah, ada mayat yang dibuka penutupnya , yaallah TT
Aku gak kuat liat ini semua, aku diem aja sambil senyum doang, ternyata ituuuu Mas Dino, Mas Dinoku, pacarku, sayangku. Ya Allah, aku cumin bisa diem, tante Rina akhirnya mau cerita. Selama ini, Mas Dino kena penyakit kanker otak. Makanya Mama Mas Dino marah-marah kalo dia ngebut atau wajahnya pucet.
Aku lunglai, pulang kerumah dari rumah baru sadar kalo Mas Dino udah nggak ada. Aku nangis seminggu. Sampek orang rumah Tanya aku kenapa ?
Aku menyesal, AKU JAHAT !!!!!!!!!!!!!!!! AKU EGOIS !!!!!!!!!!!! aku bahkan nggak ngerti kalo dia separah ini. Dari sinilah, aku belajar, aku harus belajar dewasa, gaboleh sakarepe dewe.
Mas Dino, aku minta maaf ya :’( aku sadar aku bukan yang terbaik buatmu, bahagialah disana J
Dedicated for : Dinno Indra Alfiansyah ( 14 Desember 1992 – 03 Januari 2009 ).
true.story by : swastikusumaningtyas
“Mas Dino, walau kau telah meninggalkanku, meski aku telah mencintai orang lain, namamu masih akan terkenang dihatiku, selamanya”
Kututup diary kesayanganku, sebagai teman curhat dialah yang paling mengerti isi hatiku. Aku melangkah gontai menyusuri seisi rumah dan menuju ke kamar mandi. Kuletakkan tanganku di wastafel, kubasuh mukaku yang tergenangi air mata. Aku teringat suatu cerita saat aku duduk di bangku menengah pertama.
Ya, Mas Dino, sapaan lembut yang selalu aku panggil ke dia. Murid teladan dari Kota Surabaya itu dan telah setahun tinggal di kota Malang tercinta ini. Dia bersekolah di SMA Negeri favorit di kotaku itu telah berhasil mengambil hatiku.
Awal mula cerita, aku mengenal dia lewat friendster (saat itu facebook belum terlalu gencar, belum ada malah). Aku melihat dari fotonya dan melihat biodatanya. Dari situlah, kami saling menukar nomer HP dan ber-SMS ria. Hingga akhirnya, aku bertemu dia untuk pertama kalinya. Disalah satu Mall yang terkemuka di Malang.
Setelah pertemuan itulah, Mas Dino semakin gencar mencari info tentangku, lewat kakak sepupuku yang ternyata teman di sekolahnya saat ini. Aku juga mendapat info dari kakak sepupuku itu yang bernama Mbak Hania. Bahkan, aku hafal nama lengkap dia, kelas, nomer absen, bahkan rumahnya pun aku jadi tau berkat Mbak Hania.
Sebulan kemudian … Tepatnya di bulan Oktober 2008 tanggal 08, Mas Dino mengungkapkan isi hatinya kepadaku. Yaallah, selama ini DIA yang aku impikan telah menjadi kekasihku, aku sadar, aku telah melanggar peraturan dari orang tuaku bahwa tak akan pacaran dulu, namun sekarang yang terjadi aku berstatus “pacaran” dengan Mas Dino.
Hari demi hari, hubungan kami terasa baik-baik saja, bahkan aku merasa nyaman kalau dekat dengannya. Aku merasa bahagia, Tuhan memberiku seorang kekasih yang baik.
Dengan sikap dewasanya, aku klepek-klepek. Disetiap aku ngambek, dia selalu ngertiin aku, yah, aku sadar kalo emosiku masih labil diumur 14 taun saat itu. Mas Dino sangatlah baik, setiap aku ngambek dia selalu memberiku sebatang coklat dan mengucapkan kata maaf yang selalu kuingat “sampek kapan mau gin terus, aku sayang kamu. aku manusia tak sempurna sayang, aku tau kok salahku, masak sih aku harus tengkar sama pacarku sendiri, ayolah maafin aku sayang, ailovyu, aku sayang kamu, MAAF, MAAF, DAN MAAF.” Ya kalimat itu yang selalu membuatku bersikap dewasa. Sampai suatu saat aku yakin, kalau dia yang terbaik buatku.
Sebulan jadian, aku diajak main kerumah Mas Dino. Disana aku dikenalkan oleh mama, kakak dan adiknya. Ayahnya telah lama meninggal, Mas Dino bisa disebut sebagai kepala keluarga. Mamanya sepertinya menyukaiku, aku disayang seperti anaknya sendiri, bahkan ingin sekali main kerumahku, namun aku menolak karena alasan yang gaboleh pacaran itu. Alhamdulillah, mama Mas Dino bisa ngerti.
Dua setengah bulan jadian, Mas Dino sering mengeluh kepalanya sakit, dan sering sekali tidak masuk sekolah. Saat kutanya sakit apa, mas Dino selalu diam dan senyum lalu mencubit pipiku dan mengalihkan pertanyaan. Mas Dino juga jarang menjemputku lagi disekolah. Aku bertanya-tanya dalam hati, hingga akhirnya aku bertanya ke Mbak Hania, dia bilang sih kalo Dino emang sakit. Sudah 4 hari nggak masuk sekolah. Aku semakin khawatir.
Aku mencoba menghubungi, namun tak ada jawaban. Seminggu setelah itu Mas Dino menghubungiku kembali, tapi aku bukannya senang, malah marah-marah gak karuan. Soalnya, aku kecewa, dia sakit malah gadikasih tau. Lha aku ini siapanya dia sih sebenere ?
Seminggu aku lost contact sama dia. Terhitung 987 SMS dari dia gak pernah aku bales, gak tau kenapa, aku kecewa banget. Sampek mamanya Mas Dino telfon, aku disuruh kerumah, tapi aku gamau, aku gak mau ketemu sama Mas Dino.
Aku ngerasa kangen sama Mas Dino, dia SMS mungkin terhitung lebih dari seribu smsnya, aku baru bales untuk pertama kalinya. #egois banget aku ini.
Di SMS dia terdapat kata-kata ingin mengajakku keluar rumah, yah, aku turutin aja deh. Toh, aku sendiri ya kangen sama dia.
Di jalan itu, dia batuk nggak berhenti-henti, aku bingung, aku tanyain dia gapapa. Waktu makan, aku lihat wajahnya pucet banget. Aku minta pulang aja, dijalan dia tetep ae batuk. Aku diajak mampir kerumahnya, disana aku denger mamanya marah-marah, aku beneran gaenak banget. Mamanya sempet Tanya Mas Dino ngebut apa nggak ? aku jawabnya agak ngebut tante. Disitulah, mama Mas Dino marah besar, aku aja sampek dianter kakaknya pulang, Mbak Dhian nggak cerita Mas Dino sakit apa waktu aku tanyak, dia malah senyum.
Kondisi masih bertengkar dengan mas Dino, aku masih marah soalnya mas Dino udah tiga hari nggak SMS, aku SMS juga nggak dibales. Cuma satu kata dia bilang “Maaf” itu aja diforward 8x, tapi aku gamau bales. Aku ambil dompet, fotoku sama Mas Dino aku robek, kalo gini terus caranya, aku minta putus aja.
9 hari setelah itu, Mama Mas Dino bilang ke aku, kalo mas Dino lagi sakit masuk rumah sakit.
Yaallah, aku egois, aku jahat, pacarku sakit aku malah ngemusuhin dia. Aku pengen banget minta maaf sama dia. Aku pengen ngejengukin dia, tapi sama mamanya gaboleh, kenapa ya ?
Hari Sabtu, 4 Januari 2009 L
Mama Mas Dino memohon aku untuk kerumah, aku berfikir ada apa yah kira-kira ?
Pulang sekolah aku kerumah Mas Dino, banyak sekali orang berkerumunan. Aku disambut adeknya yang bernama Dissa, aku diajak masuk, mamanya meluk aku sampai nangis, aku bingung, mana Mas Dino ?
Tante Rina mengajakku keruang tengah, ada mayat yang dibuka penutupnya , yaallah TT
Aku gak kuat liat ini semua, aku diem aja sambil senyum doang, ternyata ituuuu Mas Dino, Mas Dinoku, pacarku, sayangku. Ya Allah, aku cumin bisa diem, tante Rina akhirnya mau cerita. Selama ini, Mas Dino kena penyakit kanker otak. Makanya Mama Mas Dino marah-marah kalo dia ngebut atau wajahnya pucet.
Aku lunglai, pulang kerumah dari rumah baru sadar kalo Mas Dino udah nggak ada. Aku nangis seminggu. Sampek orang rumah Tanya aku kenapa ?
Aku menyesal, AKU JAHAT !!!!!!!!!!!!!!!! AKU EGOIS !!!!!!!!!!!! aku bahkan nggak ngerti kalo dia separah ini. Dari sinilah, aku belajar, aku harus belajar dewasa, gaboleh sakarepe dewe.
Mas Dino, aku minta maaf ya :’( aku sadar aku bukan yang terbaik buatmu, bahagialah disana J
Dedicated for : Dinno Indra Alfiansyah ( 14 Desember 1992 – 03 Januari 2009 ).
Langganan:
Komentar (Atom)